SURAT GEMBALA ADVEN 2015 Petrus Boddeng Timang Uskup Keuskupan Banjarmasin

IMG_1468

“Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat? (Luk 3:10b)”

Para Pastor, Frater, Bruder, Suster serta seluruh umat Katolik di Keuskupan Banjarmasin yang terkasih,

Salam sejahtera bagi anda sekalian,

Mulai minggu ini kita memasuki masa Adven. Masa ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mempersiapkan diri guna menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus, Sang juru selamat. Masa Adven, yang menjadi pembuka tahun baru liturgi Gereja di mana kita memasuki tahun C,  mempunyai dimensi ganda. Pertama, kita mengenang kembali apa yang telah terjadi lebih dari 2000 tahun yang lalu, yaitu kelahiran Yesus Sang Sabda yang telah menjadi manusia dan diam di antara kita (bdk. Yoh 1: 14). Tuhan yang begitu mulia dan agung berkenan mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (bdk. Flp 2: 7). Kedua, kita mempersiapkan diri untuk menjelang kedatangan Kristus yang kedua sebagai sang Hakim Agung. Kapan peristiwa itu akan terjadi, kita tidak tahu namun kita diajak untuk mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Semangat yang harus dibangun dalam masa Adven ini adalah kemauan untuk berubah dari manusia lama menjadi  manusia baru. Kehendak untuk berubah ini terlihat dari tanggapan para pendengar suara kenabian Yohanes Pembaptis yang ingin bertobat. Mereka itu mengajukan pertanyaan yang sangat mendasar, “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?” (Luk 3: 10b). Kehendak untuk merubah diri untuk menjadi semakin baik seharusnya juga menjadi semangat hidup kita. Kita harus tergerak dan mau berubah. Singkatnya, kita harus memperbaiki kehidupan kita. Berubah dari pola pikir dan kebiasaan lama kepada pola pikir, cara hidup dan cara kerja yang baru.

Perubahan semacam itu harus dibangun, pertama-tama dan utama, bukan karena keterpaksaan tetapi dari kesadaran akan siapa yang kita sambut dan kita rayakan kedatangannya. Tokoh yang akan kita sambut dan kita rayakan kedatangannya itu adalah Yesus Kristus, Sang Wajah kerahiman Bapa. Paus Fransiskus telah mencanangkan tahun 2016 sebagai tahun Yubileum Agung Kerahiman. Paus Fransiskus mengajar dan mengajak kita untuk menyadari bahwa: “Allah Bapa yang Maharahim dan Mahabelas kasih hadir di bumi, menyejarah dan tampak kelihatan dalam diri Yesus. Kerahiman Allah telah menjadi hidup dan kasat mata dalam diri Yesus dari Nazaret, dan mencapai puncaknya dalam diriNya” (Bulla Misericordiae Vultus ‘Wajah Kerahiman’ no. 1). Untuk itu kita semua diundang untuk mengalami secara pribadi kerahiman Bapa dan selanjutnya pengalaman akan kasih itu mendorong kita untuk menghadirkan dan membagikan belas kasih, kebaikan dan kelembutan Allah kepada sesama di sekitar kita. Pengalaman akan kasih Allah itu hendaknya kemudian menjadikan diri kita sebagai pewarta dan saksi kerahiman Allah di tempat di mana kita hidup.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Sejalan dengan apa yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus, tahun 2016 yang sebentar lagi akan kita masuki, Keuskupan kita telah mencanangkan Kitab Suci sebagai fokus pastoral kita. Tahun 2016 adalah Tahun Kitab Suci. Kita akan bersama-sama membangun gerakan untuk membaca dan mencintai Kitab Suci. Kitab Suci merupakan buku sumber untuk pendalaman iman kita. Dari sanalah kita bisa belajar, menimba dan memperdalam iman kita. Santo Hieronimus menyatakan, “Tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.” Seruan ini sungguh mendukung apa yang dicanangkan oleh Bapa Suci Fransiskus. Beliau mengundang dan mendorong kita untuk menjadi pewarta dan saksi akan kerahiman Allah. Ini berarti selain dari pengalaman akan kehadiran Allah dalam kenyataan hidup, kita juga diajak untuk mengenal Allah, sabda-sabda-Nya, karya-karya Allah lewat Kitab Suci. Gereja telah mengajar kita bahwa Kitab Suci merupakan Kitab yang menyimpan sejarah kasih dan karya Allah yang mencintai dan ingin menyelamatkan umat-Nya. Menyadari akan hal ini, berarti membaca dan mencintai Kitab Suci bukanlah kewajiban tetapi merupakan kebutuhan dari umat beriman.

Ada tiga tolok ukur keberhasilan yang telah dicanangkan dalam periodisasi Arah Dasar Keuskupan Banjarmasin di tahun 2016 nanti.

  • Pertama, setiap keluarga memiliki Kitab Suci. Untuk tolok ukur yang pertama ini, rasanya tidaklah terlalu sulit. Banyak keluarga Katolik telah memiliki Kitab Suci, bahkan ada yang memiliki Kitab Suci lebih dari satu dalam satu keluarga.
  • Kedua, kita ingin memperjuangkan cita-cita bahwa 80 persen umat Katolik di Keuskupan Banjarmasin ini membaca Kitab Suci secara paripurna. Tolok ukur yang kedua ini merupakan suatu cita-cita yang tinggi. Cita-cita ini tidak akan pernah terwujud kalau hanya menjadi bahan pemikiran dan bahan diskusi. Kita harus mulai membuka dan bertekun dalam perjuangan membaca untuk membaca Kitab Suci. Untuk itu saya mengundang saudara-saudari sekalian menjadi salah satu dari pembaca Kitab Suci secara paripurna itu.
  • Tolok ukur ketiga, setiap komunitas memiliki dua pewarta. Tolok ukur ini mengajak kita untuk menelorkan pewarta-pewarta baru dan mengundang kita untuk mau peduli akan panggilan ini. Kita diajak untuk menjadi jalan keluar atau solusi akan minimnya tenaga-tenaga pewarta di komunitas-komunitas kita.

Saudari-saudara yang terkasih dalam Kristus,

Sebelum kita memasuki tahun Kitab Suci, masih ada waktu untuk belajar mengenai Arah Dasar Keuskupan Banjarmasin. Harapannya di tahun 2015 ini, seluruh umat tahu dan paham mengenai Visi dan Misi Keuskupan kita. Sepanjang tahun ini telah diadakan berbagai kegiatan konsientisasi. Sayangnya, tidak semua umat terlibat dalam kegiatan di komunitas-komunitas. Pada masa Adven inipun bahan Pendalaman Iman yang akan kita dalami bersama juga masih berbicara tentang Arah Dasar Keuskupan kita. Bahkan telah disediakan bagi paroki-paroki bahan Katekese Dalam Misa (Kadami). Semoga bahan pengajaran itu dapat membantu umat mengetahui dan memahami Arah Dasar Keuskupan dengan lebih baik dan mendorong kita semua untuk mewujudkan Gereja yang memancarkan Kasih Allah di Kalimantan Selatan. Berkaitan dengan hal ini, pada tanggal 9 Desember nanti akan berlangsung Pemilihan Kepala Daerah, sebagai warga Gereja dan sebagai warga masyarakat kita haru menggunakan hak pilih ini dengan baik dan bertanggungjawab. Kita harus memilih pemimpin yang memperjuangkan kebaikan dan kebenaran serta kepentingan semua orang. Kita harus memilih pemimpin yang mempunyai catatan masa lalu yang baik serta jujur.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat menjalani Masa Adven yang penuh rahmat ini dengan semangat penantian dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik. Tuhan memberkati Anda sekalian.

Diberikan di Banjarmasin,

Pada Peringatan St Yohanes Berchmans, 26 November 2015

+ Petrus Boddeng Timang

Uskup Keuskupan Banjarmasin

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *