Persekutuan Umat Beriman Katolik

Katekese I Visi Keuskupan Banjarmasin

  1. Keprihatinan yang ada:

Saat pembekalan para pemandu pendalaman iman, sering muncul keluhan bahwa pertemuan-pertemuan dan kegiatan-kegiatan di komunitas atau wilayah tidak banyak umat Katolik yang mau terlibat. Dalam kegiatan paroki pun, hanya sebagian kecil umat yang mau hadir dan berpartisipasi. Ungkapan 4 L ,”Lu lagi, Lu lagi” bukan hanya sekedar isapan jempol tetapi memang demikian kenyataannya.

Umat katolik seringkali tidak mau keluar dari rumahnya sendiri. Banyak dari kita hanya mau misa tetapi kegiatan komunitas, wilayah, maupun paroki tidak mau ikut aktif. Undangan Yesus untuk bersatu, berbagi dan saling mengenal sebagai sesama saudara seiman masih jauh dari kenyataan.

Gereja sebagai persekutuan umat beriman masih belum terwujud karena kita tidak mau bersekutu dengan orang lain. Kita tidak punya kemauan untuk berkumpul dan membangun persaudaraan dengan orang lain. Situasi ini tentu saja sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa banyak umat Katolik tidak mengetahui identitas dirinya sebagai orang Katolik.

 

   2. Gereja adalah persekutuan umat beriman Katolik

Visi Keuskupan mengajar kita bahwa kita adalah umat Allah yang berada di Keuskupan Banjarmasin. Sebagai pribadi, kita menjadi bagian dari Gereja Katolik di Keuskupan ini. Sakramen Baptis menjadikan kita sebagai anak-anak Allah dan sekaligus menjadi anggota Gereja.

Sebagai warga Gereja kita dituntut untuk mengenal dan hidup dalam komunitasnya. Sebagai umat Katolik, kita adalah warga dari komunitas, wilayah dan paroki tertentu. Sadar akan hal ini, maka kita harus tahu di mana kita hidup dan dengan siapa kita membangun kebersamaan. Penting sekali bahwa setiap orang katolik mengenal orang-orang seiman di sekitarnya. Bersama orang-orang seiman itu, umat katolik dipanggil untuk membangun suatu komunitas berdasarkan iman.

Persekutuan hidup itu kemudian menjadi wahana untuk mengembangkan dan memperdalam imannya. Komunitas umat beriman hendaknya menjadi sarana bagi para anggotanya untuk memperdalam, menghayati, dan mewujudkan imannya. Menyadari semua itu, hendaknya umat katolik tidak menjadi egois dan mementingkan diri sendiri.

Setiap umat Katolik harus sadar bahwa dirinya adalah bagian dari persekutuan umat Allah yang dikepalai oleh Yesus Kristus. Oleh karena itu, setiap umat Katolik harus bersatu dengan Kristus dan bersekutu dengan orang-orang yang mengimani Kristus. Iman akan Kristus menjadi dasar persatuan mereka dan menjadi dasar untuk membangun kebersamaan dengan mereka. Iman akan Kristus mengundang setiap orang katolik untuk bersekutu dan menampakkan kehadiran Kristus.

 

  3. Tindakan Konkret:

Mari kita berusaha untuk aktif dalam kegiatan komunitas dan paroki

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *