Umat yang Mengetahui, Memahami, Menghayati dan Mewujudkan Imannya

Katekese II Visi Keuskupan Banjarmasin

 

  1. Keprihatinan yang ada:

Ada situasi yang kurang ideal dalam kehidupan Gereja Katolik di Keuskupan kita. Sering tanpa sadar, kita menjadi umat beriman yang minimalis. Artinya, kita sudah merasa cukup kalau kita sudah dibaptis dan ikut misa.

Keinginan untuk mengetahui lebih dalam lagi apa ajaran iman kita itu sangat kecil. Akibatnya, sering umat katolik tidak tahu banyak akan ajaran iman Katolik.

Situasi ini diperparah karena sering orangtua tidak mau mendidik anak-anaknya mengenai ajaran iman Katolik. Seakan-akan urusan ajaran iman itu hanya tanggungjawab guru agama, para biarawan-biarawati dan para imam. Namun ketika Gereja menerapkan masa pembinaan untuk calon baptis, calon komuni pertama, dan calon Krisma dengan baik, banyak umat yang keberatan. Persiapan itu dinilai terlalu lama dan terlalu berat. Maunya yang praktis dan kilat.

 

  1. Umat yang mengetahui, memahami, menghayati dan mewujudkan imannya

Kita sebagai umat Allah, perlu meningkatkan pengetahuan iman kita. Kita perlu tahu isi dan ajaran imannya. Tidak cukup bahwa kita  mempunyai Kitab Suci dan buku ajaran iman saja. Kita harus membaca dan belajar isi pokok-pokok iman kita agar kita sungguh tahu dan mendalami ajaran imannya lewat pengajaran, pendalaman iman, maupun kesempatan-kesempatan yang lain.

Setelah tahu ajaran iman, kita juga perlu meningkatkan pemahaman imannya. Pengetahuan akan menjadi menjadi suatu daya dorong yang luar biasa untuk merubah diri kalau disertai dengan pemahaman yang benar dan mendalam. Oleh karena itu, seluruh anggota Umat Allah Keuskupan Banjarmasin dipanggil untuk memahami apa yang menjadi isi dan ajaran imannya sehingga bukan hanya menjadi sesuatu yang diketahui, tetapi menjadi milik diri yang sudah dipahami.

Tahapan berikutnya setelah mengetahui dan memahami imannya, kita juga harus menghayati apa yang kita imani itu agar terwujud dalam sikap dan perilaku hidup kita sehari-hari. Apa yang kita imani semoga mewarnai hidup dan pola pikir serta tutur kata kita, baik sebagai bagian dari persekutuan umat beriman maupun sebagai pribadi. Harapannya, apa yang mereka ketahui dan pahami kemudian mereka hayati dalam hidup, selanjutnya apa yang dihayati dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik dalam kehidupan menggereja bersama saudara-saudari seiman maupun dalam kehidupan bersama orang lain sebagai anggota masyarakat yang lebih luas.

 

  1. Tindakan Konkret: Mari kita membaca Kitab Suci dan buku-buku ajaran iman.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *