Berawal dari 55 Jiwa

Sejarah Perindirian Paroki Santo Yusup, Kotabaru

Sejarah Gereja Katolik Keuskupan Banjarmasin, mencatat Kotabaru sudah mendapat kunjungan para misionaris sejak tahun 1907. Tanggal 15 Agustus 1962 pengurus  Stasi Kotabaru pertama terbentuk, dengan nama Persatuan Keluarga Roma Katolik (PKRK), Kotabaru. Tercatat tahun 1963 jumlah umat katolik kota baru ada 55 jiwa. Kegiatan yang dilakukan kala itu adalah Persekutuan Doa Bersama. Mereka belum memiliki gereja. Ibadat dilakukan di rumah umat di gunung Sentral dan doa Rosario dilakukan di rumah J. Chrisna Asmara.

Tahun 1964 pemilik rumah di Gunung Sentral mengambil kembali rumah yang dipakai untuk beribadat. Menanggapi hal ini, Uskup Banjarmasin Mgr. Demerteau, MSF menyetujui pembelian sebuah rumah di Jalan Bakti no 72 (sekarang Jl. Singabana No 94).

Tahun 1965, propaganda G30S PKI yang men-cap Gereja Katolik sebagai Pro-Amerika ikut mempengaruhi situasi Umat Katolik Kotabaru. Banyak yang menghilang begitu saja dan katekumen semakin menurun. Pastor Martinus Dotohendro, MSF yang saat itu bertugas sebagai pastor militer di Banjarmasin meminta ijin kepada Mgr. Demarteau, MSF agar Kotabaru menjadi daerah turnenya. Kemudian secara teratur Pastor Dotohendro mengunjungi Kotabaru. Saat itu tidak ada pastor tetap di Kotabaru hingga pada tahun 1974 Pastor Heinz Stroh, MSF menetap di sana dan merencanakan pembangunan gereja.

Pada tanggal 1 Januari 1981, Gereja Santo Yusuf Kotabaru secara resmi ditetapkan sebagai Paroki. Pastor paroki yang pertama adalah P. Heinz Stroh, MSF. Semangat, perjuangan dan pembaktian hidupnya masih membekas dalam hati umat Kotabaru sampai saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *