Bela Rasa Kita: Pastoral Migran-Perantau dan Lingkungan Hidup

Pertemuan Komisi PSE, KKP-PMP dan Caritas Sub Regio Timur Kalimantan

Pada bulan Mei dan Juni tahun 2016, Komisi Sosial Ekonomi Keuskupan Banjarmasin telah melaksanakan “estafet” kegiatan yang melelahkan namun mencerahkan dan sekaligus sangat menggembirakan, khususnya untuk implementasi “Ardas” dalam makna kehadiran dan kerasulan Gereja Katolik di tengah-tengah masyarakat Kalimantan Selatan .
Kegiatan diawali dengan dilaksanakannya pertemuan Sub Regio Timur Kalimantan, di Wisma Emaus Keuskupan Tanjung Selor pada tanggal 10 -13 Mei 2016. Pertemuan ini dihadiri oleh utusan dari 3 (tiga) Komisi, yakni PSE, KKP-PMP (JPIC) dan Caritas dari setiap Keuskupan di Wilayah Sub Regio Timur Kalimantan, yaitu: Keuskupan Palangka Raya, Keuskupan Banjarmasin, Keuskupan Agung Samarinda dan Keuskupan Tanjung Selor sebagai tuan rumah.
Peserta dari Keuskupan Banjarmasin diwakili oleh RD. Sigit, Pr (Unit Caritas), RP. Matius Pawai, CICM (Unit Keadilan – JPIC) dan Bapak Harwanto (Sekretariat JPIC dan sekaligus mewakili sekretariat Komisi Sosial Ekonomi, karena RP. Antonius Wahyuliana, CM sebagai Ketua Komisi sedang berhalangan untuk hadir).
Tema yang diusung adalah “ Bela Rasa Kita: Pastoral Migran-Perantau dan Lingkungan Hidup”. Kegiatan pertemuan berlangsung mengalir dan mencerahkan. Secara spesifik peserta diajak menyoroti peran Gereja agar semakin peka terhadap masalah sosial khususnya tentang buruh migran-perantau dan kelestarian lingkungan hidup.
Dengan dasar arahan dan pengantar dari Uskup Agung Samarinda Mgr. Y. Harjosusanto MSF, yang secara khusus menekankan sangat pentingnya keberlanjutan sinergi antar komisi dalam Keuskupan dan atau wilayah regio dalam berpastoral, akan semakin menampakkan “wajah” Gereja Katolik sebagai garda terdepan, yang kehadiran menjadi saksi hidup karya Allah dalam membela mereka yang tertindas dan teraniaya.
Untuk menggali “akar” permasalahan agar sesuai konteks dan realitas, setiap peserta dari setiap komisi sharing pengalaman dalam berpastoral khususnya yang bersentuhan dengan buruh migran-perantau dan lingkungan, baik secara umum atau spesifik.
Dengan berbekal realitas yang terungkap dan tergambar dengan jelas terhadap permasalah buruh dan lingkungan tersebut, akhirnya seluruh peserta sepakat untuk memetakan arah pastoral agar lebih spesifik dan visioner, sehingga dapat menjadi “gerakan bersama” untuk pemulihan martabat manusia dan keutuhan ciptaan.
(Harwanto – Sekretaris JPIC Kalsel)

Peseta Pertemuan Komisi PSE, KKP-PMP dan Caritas Sub Regio Timur Kalimantan

Peseta Pertemuan Komisi PSE, KKP-PMP dan Caritas Sub Regio Timur Kalimantan

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *