Menuju Indonesian Youth Day (IYD) 2016

Kirab Salib dan Minggu Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yusup, Kotabaru

Kirab Salib dan Minggu Orang Muda Katolik di Paroki Santo Yusup, Kotabaru

Apa itu IYD
Indonesian Youth Day atau IYD atau Hari orang muda se-Indonesia merupakan perjumpaan Orang Muda Katolik (OMK) se-Indonesia. Pertemuan OMK se-Indonesia ini memiliki arti penting karena OMK merupakan kekuatan pendorong pada masa sekarang maupun masa depan Gereja dan masyarakat yang memerlukan wawasan nasional. Melalui perjumpaan tersebut, diharapkan para OMK di seluruh Indonesia memiliki solidaritas, jejaring dan kesatuan iman katolik.
IYD 2016 yang akan diselenggarakan di Keuskupan Manado pada tanggal 1-6 Oktober 2016 merupakan IYD kedua setelah sebelumnya diselenggarakan pada tahun 2012 di Sanggau, Kalimantan Barat. Tema yang diangkat pada IYD 2016 mendatang adalah “OMK: Sukacita Injil di Tengah Masyarakat Indonesia yang Majemuk”. Pendasaran biblis diambil dari perikop: “Pergilah, Jadikanlah Semua Bangsa MuridKu” (Matius 28: 19).

Apa yang diharapkan dari IYD?
Melalui bentuk-bentuk kegiatan khas yang disesuaikan dengan kebutuhan OMK Indonesia, diharapkan beberapa tujuan perhelatan OMK berikut dapat terwujud:
 Memberikan kesempatan bagi OMK untuk saling mengenal dan mencintai budaya dan adat istiadat Nusantara serta berbagi dalam keberagaman dan bersama-sama mengalami universalitas dan kemajemukan di dalam Gereja Katolik dan Bangsa Indonesia.
 Menjadi sarana bagi Gereja Katolik untuk menyatakan pesan Kristus kepada orang-orang muda.
 Memberikan ruang bagi OMK untuk menemukan panggilan di tengah dunia sebagai OMK.
 IYD merupakan peluang untuk mencapai pemahaman satu sama lain tentang situasi, kondisi, posisi, peran yang jika disinergikan dapat menjadi kekuatan bersama OMK dan Gereja Katolik Indonesia.

Pra-IYD 2016 di Keuskupan Banjarmasin
Sebagai rangkaian dari IYD 2016, Keuskupan Banjarmasin telah mengawali langkah menyelenggarakan Jambore Dekenat sejak November 2015. Dalam Jambore Dekenat Barat, Dekenat Timur dan Dekenat Utara tersebut, para OMK melakukan refleksi salib sampai memvisualkan.
Hasil refleksi salib tingkat dekenat tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan refleksi salib keuskupan yang akan diselenggarakan pada 15-17 April 2016 di Wisma Sikhar. Dalam refleksi salib keuskupan, para OMK utusan paroki akan diberikan pendasaran budaya dan pendasaran biblis. Pendasaran budaya akan diberikan oleh DR. Mujiburrahman serta konsultasi dengan Prof. Lambut dan DR. Mariatul. Sementara itu pendasaran biblis diarahkan oleh RD. Antonius B. Doso Susanto. Tujuan dari refleksi salib keuskupan nanti adalah dihasilkannya salib utama keuskupan sebanyak dua buah. Satu salib akan dibawa ke Manado, sedangkan yang satunya ditinggal di keuskupan.
Salib utama keuskupan yang dihasilkan tersebut akan dikirab ke seluruh paroki di Keuskupan Banjarmasin secara bergiliran. Selama salib utama ada di paroki, paroki tersebut diharapkan melakukan pembinaan-pembinaan atau aksi-aksi di tingkat paroki. Bentuk kegiatan dan aksi diserahkan pada masing-masing paroki dengan pendampingan dari para pastor. Jadwal Kirab Salib dan Minggu Orang Muda Katolik adalah sebagai berikut:
6-10 Juli 2016 : Paroki Santo Yusup, Kotabaru
31 Juli – 4 Agustus 2016 : Paroki Vincentius a Paulo, Batulicin
7-11 Agustus 2016 : Paroki Stella Maris, Sungai Danau
14-18 Agustus 2016 : Paroki Santa Theresia, Pelaihari
21-25 Agustus 2016 : Paroki Ave Maria, Tanjung
28 Agustus – 1 September 2016 : Paroki Bunda Maria, Banjarbaru
4-8 September 2016 : Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus, Veteran
11-15 September 2016 : Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Kelayan
18-22 September 2016 : Paroki Keluarga Kudus, Katedral

Utusan Keuskupan Banjarmasin dalam IYD
Dalam IYD 2016 di Manado, setiap keuskupan berhak mengirimkan maksimal 100 orang OMK termasuk pendamping. Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin, RP. Teddy Indrayana, MSF yang mengkoordinir kegiatan ini mengharapkan OMK yang diutus adalah aktivis atau penggerak OMK di parokinya masing-masing, dan setelah IYD 2016 masih akan tinggal di paroki sekurang-kurangnya tiga tahun ke depan. Lebih lanjut RP. Teddy meminta supaya setiap paroki sudah mengirimkan nama peserta yang pasti sebelum 30 Juni 2016.
Secara khusus, Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Petrus Timang mengharapkan supaya dalam IYD 2016 disediakan tempat bagi OMK Meratus sebagai utusan dari Keuskupan Banjarmasin. Bapa Uskup juga meminta Komisi Kepemudaan memikirkan kaitan materi dan peserta IYD 2016 dengan Asean Youth Day (AYD) 2017 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta dengan tema Sukacita Injil dalam keanekaragaman budaya. (Marganing)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *