Menuju Kalimantan Baru

Diskusi per Keuskupan (Keuskupan Banjarmasin)

Diskusi per Keuskupan (Keuskupan Banjarmasin)


Tahun 2016 ini, Keuskupan Banjarmasin menjadi tuan rumah pertemuan tahunan PSE, KKP-PMP (JPIC), dan Caritas Regio Kalimantan. Pertemuan yang dilaksanakan pada 23-26 Mei 2016 di Wisma Shikar Banjarbaru ini diikuti 40 orang peserta yang ditunjuk untuk mewakili delapan keuskupan yang ada di pulau Kalimantan. Mgr. John Saklil selaku Ketua Komisi PSE-KWI didampingi sekretarisnya, RD. Teguh Santosa serta Direktur Caritas, RP. Suyadi, SJ hadir dan memberikan materi kepada para peserta.
Tujuan dari pertemuan tahunan ini adalah untuk memperkuat jejaring regional Kalimantan serta sebagai ajang tukar informasi antar keuskupan mengenai apa yang telah dikerjakan. Di samping itu, pertemuan ini diharapkan dapat memberikan fokus pastoral yang dirumuskan bersama antara PSE, KKP-PMP, dan Caritas Regio Kalimantan. Dengan pendampingan dari para narasumber, para peserta diajak untuk berdiskusi di dalam keuskupan dalam rangka menuju Kalimantan Baru.
Tema yang diambil dalam pertemuan ini yaitu “Berani Mempertahankan dan Memperjuangkan Kalimantan Baru”. Tema itu dirasa sangat cocok untuk keadaan Pulau Kalimantan sekarang ini, dimana Kalimantan sudah memasuki proses penghancuran alam yang semakin memprihatinkan. Sehingga karya kerasulan merupakan komitmen bersalam untuk memperjuangkan hadirnya “Kalimantan Baru”. Gerakan Kalimantan Baru yang dimaksudkan yaitu tentang bagaimana mempertahankan dan memperjuangkan keutuhan ciptaan dengan semangat dan nilai-nilai “Rumah Panjang” untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Rumah Panjang yang merupakan rumah adat Dayak Kalimantan diambil sebagai simbol kebersamaan. Yang artinya tidak untuk dimiliki secara pribadi tetapi untuk dimiliki bersama-sama, artinya bahwa Pulau Kalimantan kita ini yang bukan untuk milik pribadi kita sendiri tetapi milik kita bersama. Semangat dan nilai “rumah panjang” inilah yang diambil untuk menciptakan “Kalimantan Baru”. Arti Kalimantan Baru ini juga diharapkan menciptakan Kalimantan yang saling menghargai dan hidup selaras dengan alam, yang mengutamakan “Keutuhan Ciptaan” diatas segalanya.
Dalam pertemuan inilah, setiap keuskupan diajak untuk menyusun program demi menuju “Kalimantan Baru”. Dimana program ini diharapkan dapat menyentuh banyak orang dan memberikan dampak yang besar bagi masyarakat luas. Dan dalam pertemuan ini terjadi pergantian Koordinator PSE, JPIC dan Caritas Regio Kalimantan yaitu RP. Bagara Darmawan, OFMCap. digantikan oleh Br. Kris Tampajara, MTP. (Anastasiya Sidik)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *