Live in para Frater Keuskupan Malang: Dua Puluh Lima Hari Bersama Masyarakat Meratus

Frater-Frater Keuskupan Malang bersama Vikjen Keuskupan Banjarmasin dan Tim Pemberdayaan Dayak Meratus

Keuskupan Banjarmasin, diwakili oleh Pengurus Pemberdayaan Dayak Meratus dan Dewan Paroki Santo Vinsensius a Paulo Batulicin pada tanggal 30 Juni 2018 menyambut tamu istimewa, yakni rombongan 14 orang frater yang berasal dari Keuskupan Malang. Rata-rata masih menempuh pendidikan di Seminari Tinggi Interdiosesan Giovanni XXIII Malang, mulai dari tingkat II (S1) sampai S2, namun para frater yang masih pastoral atau tingkat I tidak ikut serta. Mereka sehari sebelumnya berlayar dengan kapal laut dari pelabuhan Tanjung Perak menuju Pelabuhan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan.
Para frater Keuskupan Malang ini mendapatkan tugas dari pimpinannya untuk menyicipi medan pastoral di luar Jawa, merasakan situasi bermisi di Pegunungan Meratus dan lebih penting menanamkan semangat misi. Satu orang frater Praja Banjarmasin bergabung bersama mereka.
Romo Allparis dalam sambutannya mengingatkan agar para frater pandai membawa diri dalam pergaulan bersama keluarga-keluarga setempat dengan budaya dan situasi alam yang sama sekali berbeda, demikian juga makanannya. Pengalaman hidup di tengah umat semoga memberikan pengayaan hidup panggilan dan peneguhan langkah mereka. Yang menjadi tantangan besar, kata RD. Allparis berseloroh, adalah tidak ada signal telepon seluler di lokasi live in!
Metode Live In atau tinggal di rumah umat dan ikut dalam kehidupan keseharian merupakan cara yang ampuh bagi para frater untuk melihat medan pelayanan dan merasakan perjuangan hidup umat. Para calon imam ini akan lebih memahami bagaimana mengembangkan dan menghidupi iman umat, bahkan mengenalkan wajah Kristus di antara warga setempat.
Para frater ditempatkan dalam pelayanan umat di Pegunungan Meratus di tiga paroki dalam sembilan stasi yakni:
• Paroki Batulicin: Stasi Napu, karang Liwar, Mandam, Guntung Tarap, Magalau, Gendang dan Kaar
• Paroki Banjarbaru: Stasi Niwak
• Paroki: Tanjung: Stasi Uren
Mereka ikut bekerja dalam berbagai medan keluarga yang mereka ikuti. Ada yang berladang, berkebun, menyadap getah karet, memanen dan mengangkut tandan kelapa sawit. Aktivitas rutin mandi di sungai, membersihkan rumah, mengajar anak-anak. Tentu saja juga ikut turne para imam yang menggembalakan umat di stasi-stasi, mengajak umat stasi bertemu, memimpin ibadat, dan bergelut dengan permasalahan umat di stasi. Medan pastoral pencapaian lokasi pelayanan yang sulit menggembleng para frater untuk memaknai panggilan mereka dalam memelihara jiwa-jiwa dalam karya keselamatan.
Dua puluh lima hari live in tak terasa berakhir juga. Tanggal 25 Juli 2018, bertempat di Ruang Pertemuan lantai 2 Aula sasana Bhakti gereja Hati Yesus Yang Mahakudus – Veteran Banjarmasin, para Frater Keuskupan Malang bersama Vikjen Keuskupan Banjarmasin dan pengurus Pemberdayaan Dayak Meratus mengadakan pertemuan evaluasi dan perpisahan. Berbagai pengalaman para frater akan ditulis dalam rangkaian kegiatan ini. (oZo)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *